Sabtu, 17 Februari 2018

Esaiy resume Tafsir ayat Al-Qur'an

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Al-Qur'an merupakan petunjuk seluruh umat manusia di dynia ini dalam menjalankan seluruh aktifitas sehari-harinya. bukan hanya membahas tentang masalah akidah, namun juga seluruh peristiwa didunia ini, bahkan juga membahas kehidupan setelah bumi hancur nanti. Namun dalam kitab Al-Qur'an terkadang terdapat kata ataupun kalimat yang belum dipahami. Oleh karena hal tersebut, penafsiran ayat demi ayat dalam al-Qur'an sangatlah diperlukan, guna dapat dipahami oleh seluruh manusia.

Kali ini saya akan memaparkan salah satu ayat al-Qur'an. Karena banyak sekali buku yang membahas tentang tafsuran al-Qur'an, saya memilih kitab al-Qurthubi sebagai sumber saya. Ayat yang saya unggah adalah Q.S Aali 'Imran ayat 13. Berikut penjabarannya:

Firman Allah dalam Q.S. Aali’imraan [3]:13 yang artinya : “katakanlah pada orang-orang yang kafir: “kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring kedalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.”

Katakanlah pada “katakanlah pada orang-orang yang kafir: “kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini)…” : dalam ayat ini yang orang-orang kafir yang dimaksud adalah kaum Yahudi. Menurut riwayat muhammad bin Ishaq, ayat ini turun setelah perang badar. Pada saat itu Rasulullah mengumpulkan orang-orang Yahudi dan berkata pada kaum Yahudi agar merka berhati-hati akan kekuasaan Allah, tak kala mereka tak mau mengakui rusul sebagai nabi Allah seperti yang tertera dalam kitab umat Yahudi. Lalu umat Yaudi berkata bahwa kemenangan kaum muslimin itu semata-mata hanya hal kecil karena yang diperangi adalah orang-orang yang tak pandai berperang. Tetapi akan jika  kaum Yahudi yang menjadi lawannya niscaya umat Yahudilah yan akan memenangkannya. Saat itulah turun ayat diatas dimana kaum Yahudi hanya akan mengalami kekalahan, dan dihari kiamat nanti mereka akan dimasukkan neraka jahanam.

Namun menurut riwayat Abu Shaleh, ayat ini turun pada saat kaum muslim mengalami kekalahan di perang Uhud. Dimana ayat tersebut sesuai dengan yang qiraah yang dibaa oleh Nafi’, dimana maknanya menjadi : mereka, kaum Quraisy dan kaum Yahudilah yang akan digiring kedalam neraka Jahanam dihari kiamat nanti.

Kemudian tentang firman Allah, “ …dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.” Zahir berpendapat bahwa tempat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah neraka Jahanam. Namun Mujahid berpendapat lain  bahwa makna dari ayat tersebut adalah seburuk-buruknya perolehan yang akan mereka dapatkan. Dengan kata lain maknanya adalah: itulah seburuk-buruknya perbuatan yang akan menggiring ereka kedalam neraka Jahanam.

Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa kaum kafir hanyalah akan mendapat kekalahan. Bukan hanya Yahudi saja, tetapi juga seluruh umat kafir selain islam yang apabila mereka melawan islam meraka hanya akan mendapat kekalahan. Seperti kisah kaum Quraisy dahulu yang berusaha melawan muslim, dan alhasil mereka hanya mebdapat kekalahan. walaupun mereka sempat menang dalam perang Uhud, tapi kemenangan itu hanya sementara karena setelah itu mereka kalah di perang selanjutnya. Adapun contoh di Indonesia dimanaBelanda hanya mengalami kekalahan melawan kekuatan muslin Indonesia.Walaupun dalam perjuangan Indonesia kaun lain ikut berpartisipasi, namun yang paling mendominasi adalah kaum muslim. Begiti pula yang akan dialami Yahudi nanti saat seluruh umat muslim bersatu dan melawan kaum kafir diakhir zaman nanti.

Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Ibn fm Farrah Al-Anshari al khazraji al Andalusi al-Qurthubi, atau imam al-Qurthubi atau lebih dikenal dengan abu Abdillah merupakan seorang penafsir al-Qur'an yang lahir dari Cordoba Spanyol. Namun untuk tanggal kapan ia lahir, para ulama dan sejarawan tidak ada yang tahu. Bahkan siapa orang aua dan dengan siapa ia dibesarkan juga banyak yang tidak tahu. Namun salah satu sejarawan ada yang mengatakan bahwa al-Quthubi dibesarkan oleh ayahnya yang bekerja sebagai petani pada masa dinasti Muwahidun.

Al-Qurthubi menganut madzhab fikih Imam Maliki. Kitab Al-Qurthubi yang ia tafsirkan selanjutnya banyak yang menjadikannya rujukan bagi para penafsir selanjutnya. Dikehidupan sehari-harinya ia dikenal akan sikap ketawaduannya, kealimannya, karismanya, keazuhudannya, dan ketekunannya dalam menjalankan ibadah. Sejak kecil ia sudah banyak belajar berbagai disiplin ilmu seperti hadits, bahasa arab, syair, dan al-Qur'an dibantu oleh guru-gurunya. Kemidian ia mulai memperdalam ilmu nya di Mesir hingga ajal menjemputnya pada ahad malam senin 9 syawal 671 H/ 1273 M. Sebelum sepeninggal beliau, ia telah menggoreskab karyanya menjadi sebuah buku tafsir. Banyak sekali karya yang telah ia terbitkan. Seperti fi Afdhal ad Adzkar, kitab al-Aqdhiyyah, risalah fi Alqam Alhadits, dan aain sebagainya. Namun yang paling terkenal adalah kitab Al-Qurthubi.

Sejak mempelajari Metodologi Studi Islam, dari meresume buku Metodologi Studi Islam hingga sekarang menafsirkan ayat al-Qur'an dapat diambil kesimpulan bahwa tafsir merupakan salah satu disiplin ilmu yang terdapat dalam Metodologi Studi Islam. Pelajaran ini disampaikan secara berbeda dari kegiatan kuliah pada umumnya, yaitu dengan meminta mahasiswannya untuk membaca dan memahaminya sendiri dalam bentuk resuman dapat menjadikan mahasiswa menjadi lebih paham. Karena mahasiswa mencari tahu sendiri tentang apa yang dipelajari. Bila saja penyampaian materi disampaikan dengan cara biasa, yaitu dengan penyampaian satu arah, belum tentu semua mahasuswa dapat mengambil inti dari apa yang disampaikan. Apalagi pembelajarannta mengunakan salah satu tehnologi yang ada yaitu memanfaatkan media blog sebagai sarana belajarnya. Kemudian dengan mrmanfatkan aplikasi pagrame yang memungkinkan membuat mahasiswa lebih kreatif dalam kepenulisannya. Namun yang menjadi kendala adalah tidak semua mahasiswa memiliki jaringan internet yang mewadahi untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, bila ada kesalahan, kekurangang maupun ketidakmenarikkan dalam tulisan saya, saya mohon maaf. Karna disini saya juga baru belajar. akhir kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Minggu, 04 Februari 2018

Resume Metodologi Studi Islam

Nama : Dwi Ambarwati
Nim : 175231114
Kelas : PBS 2C
Buku : Metodologi Studi Isalm (Ilusrasi Kajian Islam Ranah Normatiif dan Empiiris)
Karya : Aris Widodo, M.A
Jml hal : 187
Tahun terbit : 2014

Metodologi Studi Isalm 
(Ilusrasi Kajian Islam Ranah Normatiif dan Empiiris)

Sisi Filosofi al-Qur’an; Beberapa Kisah Ilustrasi

Al-Qur’an adalah petunjuk yang isinya telah menyangkut seluruh aspek kehiidupan dengan gaya bahasa yang mampu dicerna semua manusia dari berbagai kalangan.
Al-Qur’an merupakan manisfestasi janji tuhan, berupa patunjuk pada Adam. Isinya berupa sumber dari segala sumber di dunia dan seisinya yang menghasilkan berbagai ilmu bidang disiplin terutama yang dibahas adalah filsafat. Penyampaiannya dalam bentuk kisah-kisah orang terdahulu.
Sisi-filosifis al-Qur’an merujuk ke-enam cabang filsafat: logika, epistemology, kosmologi, metafisika, etika, dan estetika. Cabang tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan berikut. Logika merupakan peraturan yang mengarahkan pokok masalah ke pemikiran yang benar agar tiidak menggalami sesat-fikir. Seperti penggambaran sifat-sifat tuhan yang tidak dijelaskan secara langsung melainkan diterangkan dalam kisah nabi Ibrahim As. Epistemology merupakan jalan menentukan kodrat dan skop pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasarnya, serta pertanggungjawaban atas pernyataan pengetahuan yang dimiliki. Dijelaskan dengan kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis, yang menuturkan bahwa yang terlihat belum tentu benar. Kosmologi yang mengkajialam semesta. Metafisika, pembahasan mengenai benda-benda atau realita-realita yang ada di bumi secara fisik. Etika, mengajarkan mengenai hakekat hidup dan cara menjalani hidup. Dan terakhir estetika, pembahasan mengenai keindahan.
Dengan mengkaji al-Qur’an, dimana awalnya ingin membahas satu bidang, tetapi banyak bidang pula yangdapat kita ketahui.

Tauhid Sosial sebagai Basis Pendidikan Islam: Sebuah Artikulasi Filosofis-Qur’ani

Membicarakan pendidikan islam, maka kurikulumnya pun akan menyongkong idealis keislaman dan merujuk pada al-Qur’an. Penjelasan mengenai hal baik (tauhid) dan hal yang buruk (kufur dan syirik). Dari hal tersebut mestinya pendidikan islam menjadikan tauhid sebagai paradigmanya. Tauhid sosial juga merupakan paradigm pendidikan islam yang mengacu pada perluasan cakupan kesalehan. Allah memiliki banyak cara dalam menyampaikan pengetahuan pada manusia baik secara langsung, melalui malaikat(wahyu), melalui makhluk lain, maupun dengan perantara qalam. Dengan tauhid soosial diharap pendidikan tidak hanya dalam dimensi vertical saja, namun juga dimensi horizontal.

Per-satu-tubuh-an sebagai Simbol Pola Relasi Laki-laki dan Perempuan : Subuah konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an

Perempuan selalu dianggap hina pada masa Yunani dan Romawi, kemudian berakhir di era Renaissance. Hingga saat ini banyak tuntutan mengenai kesetaraan gender di Eropa.  Menurut pandangan ulama Indonesia, yang dimaksud kesetaraan gender adalah persamaan laki-laki dan perempuan sebagai hamba. Menurut Muthahhari, pria dan wanita tidaklah sama, baik secara fisik(biologis) maupun tugas-tugasnya. Karena lelaki memiliki kelebihan dari wanita. Seperti diibaratkan sebagai persetubuhan dimana lelaki sebagai pemberi dan wanita sebagai penerima.

Teka-teki Ke-kekal-an Akhirat : Apresiasi atas Pemikiran Agus Mustofa (1963-…)

Kekal tidaknya akherat menjadi perdebatan banyak pemikir muslim. Pemikiran Agus Mustofa tentang ke-tidak-kekal-an akherat akan menjadi pembahasan pada bab ini. Menurutnya akherat adalah sesuatu yang ghaib, namun bisa saja tidak bagi orang lain. Seperti energy kinetic yang dulu dianggap ghaib namun sekarang bukan lagi ghaib. Akherat juga akan dijalani dibumi, menurulnya. Namun bumi dunia dan akherat bukanlah bumi yang sama, melainkan bumi akan mengalami berubahan yang memumbutuhkan waktu berjuta-juta tahun lamanya hingga pembagian penempatan manusia (syurga atau neraka). Seperti halnya bumi terbentuk dari teori Big Bang, maka bumi akherat pun nantinya juga bisa hancur seperti keadaannya semula.
Menanggapi pendapat Agus Mustofa, banyak ayat al-Qur’an yang dapat dijadikan sanggahan, seperti luas akherat itu seluas langit da bumi. Jadi belu tentu akherat nanti berada dibumi karena luasnya saja sangat berbeda. Namun bisa saja bumi juga termasuk dalam lingkup akherat tersebut. Kemudian pendapat mengenai kiamat kedua, kiamat dunia dan kiamat semesta bukanlah terjadi berurutan, malainkan terjadi bersamaan.

Anasir Filantropi dalam Prosesi Idul Fitri : tinjauan Filsafat Hukum Islam dalam Khazanah Ritual Isalm

Idul Fitri mrupakan ritual tahunan bagi umat muslim yang diawali dengan berpuasa sebulan penuh, dilanjut zakat Fitrah, dan ditutup dengan perayaan Idul Fitri. Seringkali idul fitri diartikan sebagai kembali suci, sedangkan menurut bahasa dan syara’ bermakna kembali berbuka. Diantara keduanya mengang tidak ada yang salah, ditinjau dari makna hasil akhir puasa. Fitrah juga bisa bermakna aklaq berdasarkan akar kata arab bisa membebtuk istilah lain.  Aklaq, karakter-moral yang ada pada manusia sebagai hasil pembentukan aktivitas yang dikerjakannya. Baik itu berbuatan baik maupun sebaliknya. Islam mengajarkan umatnya agar berakhak dengan akhlak Allah salah satunya dengan puasa dan zakat fithrah. Kemudian kita diajarkan untuk saling memaafkan sebagai bentuk peredaman amarah dalam diri. 0rang yang pantas merayakan Idul Fitri adalah mereka yang telah zakat dan memaafkan satu sama lain.

Pandangan Umat Islam di Belanda megenai Gerakan Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah sebuah komuniti yang menjadi kontroversi hingga banyak sarjana melakukan penelitian terhadap kelompok ini. Gerakan ini lahir di India pada abad-19 oleh Mirza Ghulam Ahmad saat penjajahan oleh Inggris. Awalnya banyak muslim mendukung gerakan ini, namun ketika Mirza mengklaim dirinya seorang Mahdi, al-masih, bahkan seorang nabi, umat muslim kemudian berbalik menentangnya, meskipun masih ada yang mengkutinya.
Para ulama berpendapat bahwa ajaran ini bertentangan dengan islam, bahkan mengklaim Ahmadiyah sebagai non-muslim. Bahkan telah dilaksanakan konferensi yang mamutuskan untuk memboikot Ahmadiyah. Namun disisi lain Ahmadiyah menjadi pelopor gerakan dakwah islam dibeberapa negara Eropa, salah satunya Belanda. Mereka menyebarkan ajarannya dengan cara memasang panflet berbahasa belanda, ada pula dengan membagikan buku secara percuma, serta berdakwah dari orang ke-orang.
Banyak pandangan mengenai Ahmadiyah dari imam masjid. Ada sebagian imam merasa bahwa masalah Ahmadiyah sangatlah sensitif sehingga enggan memberi pernyataan mengenai Ahmadiyah. Ada pula yang memang benar-benar tidak tahu mengenai Ahmadiyah. Namun mayoritas menjawab bahwa yang mengklaim dirinya sebagai nabi adalah non-muslim.

Siklus Kehidupan Manusia dalam Perspektif Filsafat Budaya

Ritual, adalah sebuahperilaku tertentu yang mengatur tindakan dan perkataan yang tertib untuk menghubungkan diri dengan kepercayaan ghaib yang menjadikan proses transformasi hidup. Sedangkan riset of passage adalah ritual siklus kehidupan yang merubah status individu maupun kelompok.
Riset of passage sebuah masyarakat berbeda-beda sesuai dengan budaya yang ada. Missal budaya hamil di jawa berbeda dengan budaya hamil dimasyarakat Bugis. Kelahiran bayi disuatu tempat yang telah terpengaruh islam juga memiliki budaya sendiri seperti aqiqoh-an, kemudian sunatan bagi anak laki-laki, dan terakhir ritual pernikahan. Dalam pernikahan pun terdapat tiga pola, yaitu sebelum, saat, dan sesudah. Dimana masing-masing daerah punya tradisi sendiri-sendiri. Kemudian ada ritual kematian yang masing-masing daerah berbeda pula.
Meskipun memiliki ritual yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya tujuannya adalah sama, yaitu meminta keselamatan, keberkahan, dan kebaikan di kehidupan selanjutnya pada yang ghaib. Baik itu yang dimaksud roh penunggu, dewa-dewi, maupun tuhan.