Esaiy resume Tafsir ayat Al-Qur'an
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Al-Qur'an merupakan petunjuk seluruh umat manusia di dynia ini dalam menjalankan seluruh aktifitas sehari-harinya. bukan hanya membahas tentang masalah akidah, namun juga seluruh peristiwa didunia ini, bahkan juga membahas kehidupan setelah bumi hancur nanti. Namun dalam kitab Al-Qur'an terkadang terdapat kata ataupun kalimat yang belum dipahami. Oleh karena hal tersebut, penafsiran ayat demi ayat dalam al-Qur'an sangatlah diperlukan, guna dapat dipahami oleh seluruh manusia.
Kali ini saya akan memaparkan salah satu ayat al-Qur'an. Karena banyak sekali buku yang membahas tentang tafsuran al-Qur'an, saya memilih kitab al-Qurthubi sebagai sumber saya. Ayat yang saya unggah adalah Q.S Aali 'Imran ayat 13. Berikut penjabarannya:
Firman Allah dalam Q.S. Aali’imraan [3]:13 yang artinya : “katakanlah pada orang-orang yang kafir: “kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring kedalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.”
Katakanlah pada “katakanlah pada orang-orang yang kafir: “kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini)…” : dalam ayat ini yang orang-orang kafir yang dimaksud adalah kaum Yahudi. Menurut riwayat muhammad bin Ishaq, ayat ini turun setelah perang badar. Pada saat itu Rasulullah mengumpulkan orang-orang Yahudi dan berkata pada kaum Yahudi agar merka berhati-hati akan kekuasaan Allah, tak kala mereka tak mau mengakui rusul sebagai nabi Allah seperti yang tertera dalam kitab umat Yahudi. Lalu umat Yaudi berkata bahwa kemenangan kaum muslimin itu semata-mata hanya hal kecil karena yang diperangi adalah orang-orang yang tak pandai berperang. Tetapi akan jika kaum Yahudi yang menjadi lawannya niscaya umat Yahudilah yan akan memenangkannya. Saat itulah turun ayat diatas dimana kaum Yahudi hanya akan mengalami kekalahan, dan dihari kiamat nanti mereka akan dimasukkan neraka jahanam.
Namun menurut riwayat Abu Shaleh, ayat ini turun pada saat kaum muslim mengalami kekalahan di perang Uhud. Dimana ayat tersebut sesuai dengan yang qiraah yang dibaa oleh Nafi’, dimana maknanya menjadi : mereka, kaum Quraisy dan kaum Yahudilah yang akan digiring kedalam neraka Jahanam dihari kiamat nanti.
Kemudian tentang firman Allah, “ …dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.” Zahir berpendapat bahwa tempat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah neraka Jahanam. Namun Mujahid berpendapat lain bahwa makna dari ayat tersebut adalah seburuk-buruknya perolehan yang akan mereka dapatkan. Dengan kata lain maknanya adalah: itulah seburuk-buruknya perbuatan yang akan menggiring ereka kedalam neraka Jahanam.
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa kaum kafir hanyalah akan mendapat kekalahan. Bukan hanya Yahudi saja, tetapi juga seluruh umat kafir selain islam yang apabila mereka melawan islam meraka hanya akan mendapat kekalahan. Seperti kisah kaum Quraisy dahulu yang berusaha melawan muslim, dan alhasil mereka hanya mebdapat kekalahan. walaupun mereka sempat menang dalam perang Uhud, tapi kemenangan itu hanya sementara karena setelah itu mereka kalah di perang selanjutnya. Adapun contoh di Indonesia dimanaBelanda hanya mengalami kekalahan melawan kekuatan muslin Indonesia.Walaupun dalam perjuangan Indonesia kaun lain ikut berpartisipasi, namun yang paling mendominasi adalah kaum muslim. Begiti pula yang akan dialami Yahudi nanti saat seluruh umat muslim bersatu dan melawan kaum kafir diakhir zaman nanti.
Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Ibn fm Farrah Al-Anshari al khazraji al Andalusi al-Qurthubi, atau imam al-Qurthubi atau lebih dikenal dengan abu Abdillah merupakan seorang penafsir al-Qur'an yang lahir dari Cordoba Spanyol. Namun untuk tanggal kapan ia lahir, para ulama dan sejarawan tidak ada yang tahu. Bahkan siapa orang aua dan dengan siapa ia dibesarkan juga banyak yang tidak tahu. Namun salah satu sejarawan ada yang mengatakan bahwa al-Quthubi dibesarkan oleh ayahnya yang bekerja sebagai petani pada masa dinasti Muwahidun.
Al-Qurthubi menganut madzhab fikih Imam Maliki. Kitab Al-Qurthubi yang ia tafsirkan selanjutnya banyak yang menjadikannya rujukan bagi para penafsir selanjutnya. Dikehidupan sehari-harinya ia dikenal akan sikap ketawaduannya, kealimannya, karismanya, keazuhudannya, dan ketekunannya dalam menjalankan ibadah. Sejak kecil ia sudah banyak belajar berbagai disiplin ilmu seperti hadits, bahasa arab, syair, dan al-Qur'an dibantu oleh guru-gurunya. Kemidian ia mulai memperdalam ilmu nya di Mesir hingga ajal menjemputnya pada ahad malam senin 9 syawal 671 H/ 1273 M. Sebelum sepeninggal beliau, ia telah menggoreskab karyanya menjadi sebuah buku tafsir. Banyak sekali karya yang telah ia terbitkan. Seperti fi Afdhal ad Adzkar, kitab al-Aqdhiyyah, risalah fi Alqam Alhadits, dan aain sebagainya. Namun yang paling terkenal adalah kitab Al-Qurthubi.
Sejak mempelajari Metodologi Studi Islam, dari meresume buku Metodologi Studi Islam hingga sekarang menafsirkan ayat al-Qur'an dapat diambil kesimpulan bahwa tafsir merupakan salah satu disiplin ilmu yang terdapat dalam Metodologi Studi Islam. Pelajaran ini disampaikan secara berbeda dari kegiatan kuliah pada umumnya, yaitu dengan meminta mahasiswannya untuk membaca dan memahaminya sendiri dalam bentuk resuman dapat menjadikan mahasiswa menjadi lebih paham. Karena mahasiswa mencari tahu sendiri tentang apa yang dipelajari. Bila saja penyampaian materi disampaikan dengan cara biasa, yaitu dengan penyampaian satu arah, belum tentu semua mahasuswa dapat mengambil inti dari apa yang disampaikan. Apalagi pembelajarannta mengunakan salah satu tehnologi yang ada yaitu memanfaatkan media blog sebagai sarana belajarnya. Kemudian dengan mrmanfatkan aplikasi pagrame yang memungkinkan membuat mahasiswa lebih kreatif dalam kepenulisannya. Namun yang menjadi kendala adalah tidak semua mahasiswa memiliki jaringan internet yang mewadahi untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, bila ada kesalahan, kekurangang maupun ketidakmenarikkan dalam tulisan saya, saya mohon maaf. Karna disini saya juga baru belajar. akhir kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar