Nama : Dwi Ambarwati
Nim : 175231114
Kelas : PBS 2C
Buku : Metodologi Studi Isalm (Ilusrasi Kajian Islam Ranah Normatiif dan Empiiris)
Karya : Aris Widodo, M.A
Jml hal : 187
Tahun terbit : 2014
Sisi Filosofi al-Qur’an; Beberapa Kisah Ilustrasi
Al-Qur’an adalah petunjuk yang isinya telah menyangkut seluruh aspek kehiidupan dengan gaya bahasa yang mampu dicerna semua manusia dari berbagai kalangan.
Al-Qur’an merupakan manisfestasi janji tuhan, berupa patunjuk pada Adam. Isinya berupa sumber dari segala sumber di dunia dan seisinya yang menghasilkan berbagai ilmu bidang disiplin terutama yang dibahas adalah filsafat. Penyampaiannya dalam bentuk kisah-kisah orang terdahulu.
Sisi-filosifis al-Qur’an merujuk ke-enam cabang filsafat: logika, epistemology, kosmologi, metafisika, etika, dan estetika. Cabang tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan berikut. Logika merupakan peraturan yang mengarahkan pokok masalah ke pemikiran yang benar agar tiidak menggalami sesat-fikir. Seperti penggambaran sifat-sifat tuhan yang tidak dijelaskan secara langsung melainkan diterangkan dalam kisah nabi Ibrahim As. Epistemology merupakan jalan menentukan kodrat dan skop pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasarnya, serta pertanggungjawaban atas pernyataan pengetahuan yang dimiliki. Dijelaskan dengan kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis, yang menuturkan bahwa yang terlihat belum tentu benar. Kosmologi yang mengkajialam semesta. Metafisika, pembahasan mengenai benda-benda atau realita-realita yang ada di bumi secara fisik. Etika, mengajarkan mengenai hakekat hidup dan cara menjalani hidup. Dan terakhir estetika, pembahasan mengenai keindahan.
Dengan mengkaji al-Qur’an, dimana awalnya ingin membahas satu bidang, tetapi banyak bidang pula yangdapat kita ketahui.
Tauhid Sosial sebagai Basis Pendidikan Islam: Sebuah Artikulasi Filosofis-Qur’ani
Membicarakan pendidikan islam, maka kurikulumnya pun akan menyongkong idealis keislaman dan merujuk pada al-Qur’an. Penjelasan mengenai hal baik (tauhid) dan hal yang buruk (kufur dan syirik). Dari hal tersebut mestinya pendidikan islam menjadikan tauhid sebagai paradigmanya. Tauhid sosial juga merupakan paradigm pendidikan islam yang mengacu pada perluasan cakupan kesalehan. Allah memiliki banyak cara dalam menyampaikan pengetahuan pada manusia baik secara langsung, melalui malaikat(wahyu), melalui makhluk lain, maupun dengan perantara qalam. Dengan tauhid soosial diharap pendidikan tidak hanya dalam dimensi vertical saja, namun juga dimensi horizontal.
Per-satu-tubuh-an sebagai Simbol Pola Relasi Laki-laki dan Perempuan : Subuah konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an
Perempuan selalu dianggap hina pada masa Yunani dan Romawi, kemudian berakhir di era Renaissance. Hingga saat ini banyak tuntutan mengenai kesetaraan gender di Eropa. Menurut pandangan ulama Indonesia, yang dimaksud kesetaraan gender adalah persamaan laki-laki dan perempuan sebagai hamba. Menurut Muthahhari, pria dan wanita tidaklah sama, baik secara fisik(biologis) maupun tugas-tugasnya. Karena lelaki memiliki kelebihan dari wanita. Seperti diibaratkan sebagai persetubuhan dimana lelaki sebagai pemberi dan wanita sebagai penerima.
Teka-teki Ke-kekal-an Akhirat : Apresiasi atas Pemikiran Agus Mustofa (1963-…)
Kekal tidaknya akherat menjadi perdebatan banyak pemikir muslim. Pemikiran Agus Mustofa tentang ke-tidak-kekal-an akherat akan menjadi pembahasan pada bab ini. Menurutnya akherat adalah sesuatu yang ghaib, namun bisa saja tidak bagi orang lain. Seperti energy kinetic yang dulu dianggap ghaib namun sekarang bukan lagi ghaib. Akherat juga akan dijalani dibumi, menurulnya. Namun bumi dunia dan akherat bukanlah bumi yang sama, melainkan bumi akan mengalami berubahan yang memumbutuhkan waktu berjuta-juta tahun lamanya hingga pembagian penempatan manusia (syurga atau neraka). Seperti halnya bumi terbentuk dari teori Big Bang, maka bumi akherat pun nantinya juga bisa hancur seperti keadaannya semula.
Menanggapi pendapat Agus Mustofa, banyak ayat al-Qur’an yang dapat dijadikan sanggahan, seperti luas akherat itu seluas langit da bumi. Jadi belu tentu akherat nanti berada dibumi karena luasnya saja sangat berbeda. Namun bisa saja bumi juga termasuk dalam lingkup akherat tersebut. Kemudian pendapat mengenai kiamat kedua, kiamat dunia dan kiamat semesta bukanlah terjadi berurutan, malainkan terjadi bersamaan.
Anasir Filantropi dalam Prosesi Idul Fitri : tinjauan Filsafat Hukum Islam dalam Khazanah Ritual Isalm
Idul Fitri mrupakan ritual tahunan bagi umat muslim yang diawali dengan berpuasa sebulan penuh, dilanjut zakat Fitrah, dan ditutup dengan perayaan Idul Fitri. Seringkali idul fitri diartikan sebagai kembali suci, sedangkan menurut bahasa dan syara’ bermakna kembali berbuka. Diantara keduanya mengang tidak ada yang salah, ditinjau dari makna hasil akhir puasa. Fitrah juga bisa bermakna aklaq berdasarkan akar kata arab bisa membebtuk istilah lain. Aklaq, karakter-moral yang ada pada manusia sebagai hasil pembentukan aktivitas yang dikerjakannya. Baik itu berbuatan baik maupun sebaliknya. Islam mengajarkan umatnya agar berakhak dengan akhlak Allah salah satunya dengan puasa dan zakat fithrah. Kemudian kita diajarkan untuk saling memaafkan sebagai bentuk peredaman amarah dalam diri. 0rang yang pantas merayakan Idul Fitri adalah mereka yang telah zakat dan memaafkan satu sama lain.
Pandangan Umat Islam di Belanda megenai Gerakan Ahmadiyah
Ahmadiyah adalah sebuah komuniti yang menjadi kontroversi hingga banyak sarjana melakukan penelitian terhadap kelompok ini. Gerakan ini lahir di India pada abad-19 oleh Mirza Ghulam Ahmad saat penjajahan oleh Inggris. Awalnya banyak muslim mendukung gerakan ini, namun ketika Mirza mengklaim dirinya seorang Mahdi, al-masih, bahkan seorang nabi, umat muslim kemudian berbalik menentangnya, meskipun masih ada yang mengkutinya.
Para ulama berpendapat bahwa ajaran ini bertentangan dengan islam, bahkan mengklaim Ahmadiyah sebagai non-muslim. Bahkan telah dilaksanakan konferensi yang mamutuskan untuk memboikot Ahmadiyah. Namun disisi lain Ahmadiyah menjadi pelopor gerakan dakwah islam dibeberapa negara Eropa, salah satunya Belanda. Mereka menyebarkan ajarannya dengan cara memasang panflet berbahasa belanda, ada pula dengan membagikan buku secara percuma, serta berdakwah dari orang ke-orang.
Banyak pandangan mengenai Ahmadiyah dari imam masjid. Ada sebagian imam merasa bahwa masalah Ahmadiyah sangatlah sensitif sehingga enggan memberi pernyataan mengenai Ahmadiyah. Ada pula yang memang benar-benar tidak tahu mengenai Ahmadiyah. Namun mayoritas menjawab bahwa yang mengklaim dirinya sebagai nabi adalah non-muslim.
Siklus Kehidupan Manusia dalam Perspektif Filsafat Budaya
Ritual, adalah sebuahperilaku tertentu yang mengatur tindakan dan perkataan yang tertib untuk menghubungkan diri dengan kepercayaan ghaib yang menjadikan proses transformasi hidup. Sedangkan riset of passage adalah ritual siklus kehidupan yang merubah status individu maupun kelompok.
Riset of passage sebuah masyarakat berbeda-beda sesuai dengan budaya yang ada. Missal budaya hamil di jawa berbeda dengan budaya hamil dimasyarakat Bugis. Kelahiran bayi disuatu tempat yang telah terpengaruh islam juga memiliki budaya sendiri seperti aqiqoh-an, kemudian sunatan bagi anak laki-laki, dan terakhir ritual pernikahan. Dalam pernikahan pun terdapat tiga pola, yaitu sebelum, saat, dan sesudah. Dimana masing-masing daerah punya tradisi sendiri-sendiri. Kemudian ada ritual kematian yang masing-masing daerah berbeda pula.
Meskipun memiliki ritual yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya tujuannya adalah sama, yaitu meminta keselamatan, keberkahan, dan kebaikan di kehidupan selanjutnya pada yang ghaib. Baik itu yang dimaksud roh penunggu, dewa-dewi, maupun tuhan.
Nim : 175231114
Kelas : PBS 2C
Buku : Metodologi Studi Isalm (Ilusrasi Kajian Islam Ranah Normatiif dan Empiiris)
Karya : Aris Widodo, M.A
Jml hal : 187
Tahun terbit : 2014
Metodologi Studi Isalm
(Ilusrasi Kajian Islam Ranah Normatiif dan Empiiris)
Al-Qur’an adalah petunjuk yang isinya telah menyangkut seluruh aspek kehiidupan dengan gaya bahasa yang mampu dicerna semua manusia dari berbagai kalangan.
Al-Qur’an merupakan manisfestasi janji tuhan, berupa patunjuk pada Adam. Isinya berupa sumber dari segala sumber di dunia dan seisinya yang menghasilkan berbagai ilmu bidang disiplin terutama yang dibahas adalah filsafat. Penyampaiannya dalam bentuk kisah-kisah orang terdahulu.
Sisi-filosifis al-Qur’an merujuk ke-enam cabang filsafat: logika, epistemology, kosmologi, metafisika, etika, dan estetika. Cabang tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan berikut. Logika merupakan peraturan yang mengarahkan pokok masalah ke pemikiran yang benar agar tiidak menggalami sesat-fikir. Seperti penggambaran sifat-sifat tuhan yang tidak dijelaskan secara langsung melainkan diterangkan dalam kisah nabi Ibrahim As. Epistemology merupakan jalan menentukan kodrat dan skop pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasarnya, serta pertanggungjawaban atas pernyataan pengetahuan yang dimiliki. Dijelaskan dengan kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis, yang menuturkan bahwa yang terlihat belum tentu benar. Kosmologi yang mengkajialam semesta. Metafisika, pembahasan mengenai benda-benda atau realita-realita yang ada di bumi secara fisik. Etika, mengajarkan mengenai hakekat hidup dan cara menjalani hidup. Dan terakhir estetika, pembahasan mengenai keindahan.
Dengan mengkaji al-Qur’an, dimana awalnya ingin membahas satu bidang, tetapi banyak bidang pula yangdapat kita ketahui.
Tauhid Sosial sebagai Basis Pendidikan Islam: Sebuah Artikulasi Filosofis-Qur’ani
Membicarakan pendidikan islam, maka kurikulumnya pun akan menyongkong idealis keislaman dan merujuk pada al-Qur’an. Penjelasan mengenai hal baik (tauhid) dan hal yang buruk (kufur dan syirik). Dari hal tersebut mestinya pendidikan islam menjadikan tauhid sebagai paradigmanya. Tauhid sosial juga merupakan paradigm pendidikan islam yang mengacu pada perluasan cakupan kesalehan. Allah memiliki banyak cara dalam menyampaikan pengetahuan pada manusia baik secara langsung, melalui malaikat(wahyu), melalui makhluk lain, maupun dengan perantara qalam. Dengan tauhid soosial diharap pendidikan tidak hanya dalam dimensi vertical saja, namun juga dimensi horizontal.
Per-satu-tubuh-an sebagai Simbol Pola Relasi Laki-laki dan Perempuan : Subuah konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an
Perempuan selalu dianggap hina pada masa Yunani dan Romawi, kemudian berakhir di era Renaissance. Hingga saat ini banyak tuntutan mengenai kesetaraan gender di Eropa. Menurut pandangan ulama Indonesia, yang dimaksud kesetaraan gender adalah persamaan laki-laki dan perempuan sebagai hamba. Menurut Muthahhari, pria dan wanita tidaklah sama, baik secara fisik(biologis) maupun tugas-tugasnya. Karena lelaki memiliki kelebihan dari wanita. Seperti diibaratkan sebagai persetubuhan dimana lelaki sebagai pemberi dan wanita sebagai penerima.
Teka-teki Ke-kekal-an Akhirat : Apresiasi atas Pemikiran Agus Mustofa (1963-…)
Kekal tidaknya akherat menjadi perdebatan banyak pemikir muslim. Pemikiran Agus Mustofa tentang ke-tidak-kekal-an akherat akan menjadi pembahasan pada bab ini. Menurutnya akherat adalah sesuatu yang ghaib, namun bisa saja tidak bagi orang lain. Seperti energy kinetic yang dulu dianggap ghaib namun sekarang bukan lagi ghaib. Akherat juga akan dijalani dibumi, menurulnya. Namun bumi dunia dan akherat bukanlah bumi yang sama, melainkan bumi akan mengalami berubahan yang memumbutuhkan waktu berjuta-juta tahun lamanya hingga pembagian penempatan manusia (syurga atau neraka). Seperti halnya bumi terbentuk dari teori Big Bang, maka bumi akherat pun nantinya juga bisa hancur seperti keadaannya semula.
Menanggapi pendapat Agus Mustofa, banyak ayat al-Qur’an yang dapat dijadikan sanggahan, seperti luas akherat itu seluas langit da bumi. Jadi belu tentu akherat nanti berada dibumi karena luasnya saja sangat berbeda. Namun bisa saja bumi juga termasuk dalam lingkup akherat tersebut. Kemudian pendapat mengenai kiamat kedua, kiamat dunia dan kiamat semesta bukanlah terjadi berurutan, malainkan terjadi bersamaan.
Anasir Filantropi dalam Prosesi Idul Fitri : tinjauan Filsafat Hukum Islam dalam Khazanah Ritual Isalm
Idul Fitri mrupakan ritual tahunan bagi umat muslim yang diawali dengan berpuasa sebulan penuh, dilanjut zakat Fitrah, dan ditutup dengan perayaan Idul Fitri. Seringkali idul fitri diartikan sebagai kembali suci, sedangkan menurut bahasa dan syara’ bermakna kembali berbuka. Diantara keduanya mengang tidak ada yang salah, ditinjau dari makna hasil akhir puasa. Fitrah juga bisa bermakna aklaq berdasarkan akar kata arab bisa membebtuk istilah lain. Aklaq, karakter-moral yang ada pada manusia sebagai hasil pembentukan aktivitas yang dikerjakannya. Baik itu berbuatan baik maupun sebaliknya. Islam mengajarkan umatnya agar berakhak dengan akhlak Allah salah satunya dengan puasa dan zakat fithrah. Kemudian kita diajarkan untuk saling memaafkan sebagai bentuk peredaman amarah dalam diri. 0rang yang pantas merayakan Idul Fitri adalah mereka yang telah zakat dan memaafkan satu sama lain.
Pandangan Umat Islam di Belanda megenai Gerakan Ahmadiyah
Ahmadiyah adalah sebuah komuniti yang menjadi kontroversi hingga banyak sarjana melakukan penelitian terhadap kelompok ini. Gerakan ini lahir di India pada abad-19 oleh Mirza Ghulam Ahmad saat penjajahan oleh Inggris. Awalnya banyak muslim mendukung gerakan ini, namun ketika Mirza mengklaim dirinya seorang Mahdi, al-masih, bahkan seorang nabi, umat muslim kemudian berbalik menentangnya, meskipun masih ada yang mengkutinya.
Para ulama berpendapat bahwa ajaran ini bertentangan dengan islam, bahkan mengklaim Ahmadiyah sebagai non-muslim. Bahkan telah dilaksanakan konferensi yang mamutuskan untuk memboikot Ahmadiyah. Namun disisi lain Ahmadiyah menjadi pelopor gerakan dakwah islam dibeberapa negara Eropa, salah satunya Belanda. Mereka menyebarkan ajarannya dengan cara memasang panflet berbahasa belanda, ada pula dengan membagikan buku secara percuma, serta berdakwah dari orang ke-orang.
Banyak pandangan mengenai Ahmadiyah dari imam masjid. Ada sebagian imam merasa bahwa masalah Ahmadiyah sangatlah sensitif sehingga enggan memberi pernyataan mengenai Ahmadiyah. Ada pula yang memang benar-benar tidak tahu mengenai Ahmadiyah. Namun mayoritas menjawab bahwa yang mengklaim dirinya sebagai nabi adalah non-muslim.
Siklus Kehidupan Manusia dalam Perspektif Filsafat Budaya
Ritual, adalah sebuahperilaku tertentu yang mengatur tindakan dan perkataan yang tertib untuk menghubungkan diri dengan kepercayaan ghaib yang menjadikan proses transformasi hidup. Sedangkan riset of passage adalah ritual siklus kehidupan yang merubah status individu maupun kelompok.
Riset of passage sebuah masyarakat berbeda-beda sesuai dengan budaya yang ada. Missal budaya hamil di jawa berbeda dengan budaya hamil dimasyarakat Bugis. Kelahiran bayi disuatu tempat yang telah terpengaruh islam juga memiliki budaya sendiri seperti aqiqoh-an, kemudian sunatan bagi anak laki-laki, dan terakhir ritual pernikahan. Dalam pernikahan pun terdapat tiga pola, yaitu sebelum, saat, dan sesudah. Dimana masing-masing daerah punya tradisi sendiri-sendiri. Kemudian ada ritual kematian yang masing-masing daerah berbeda pula.
Meskipun memiliki ritual yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya tujuannya adalah sama, yaitu meminta keselamatan, keberkahan, dan kebaikan di kehidupan selanjutnya pada yang ghaib. Baik itu yang dimaksud roh penunggu, dewa-dewi, maupun tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar