Minggu, 25 Maret 2018

Essay kehidupan kampus

Nama: Dwi Ambarwati
Nim: 175231114
Kelas: PBS 2C

Perubahan Penampilan Seorang Mahasiswi

Menjadi seorang mahasiswi adalah impian banyak pelajar Sekolah Menengah Atas dan sekolah lainnya yang sederajat. Hal yang membuat mereka tertarik melanjutkan studi perkuliahan salah satunya adalah factor gengsi gaya berpakaian mahasiswi yang sangat modern seperti yang ditampilkan dalam film-film ditelevisi. Dimana didalam televisi digambarkan bahwa mahasiswi itu berpenampilan modern dengan berbagai gaya pakaian dan gaya rambut. Pakaian dengan berbagai model bentuk dari yang mini bahan sampai yang menggunakan bahan yang tampak tak pantas dikenakan oleh kaum akademisi, bagaimanapun juga sebagai kaum akademisi harus mencerminkan gaya busana yang rapi. Namun begitulah model pakaian yang banyak digemari para pembuat film di dunia hiburan dan para remaja masa kini yang terpengaruh oleh gaya busana kebarat-baratan yang tidak sesuai dengan budaya local Indonesia, seperti menggunakan celana jeans dengan atasan kaos oblong dibalut jaket levis, dress sepanjang lutut, hingga menggunakan rok mini ditambah dengan blazer.
Kemudian gaya rambut yang bermacam-macam bentuk dan warna. Ada yang berbentuk gelombang, kerinting gantung, lurus, hingga dibentuk gimbal. Ada yang diwarna coklat agar tampak seperti orang barat, ada pula yang diwarna-warni seperti pelangi. Ada  yang diberi warna coklat diatasnya dan bawahnya diberi warna terang seperti biru, hijau, merah, dan warna lainnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa merek atelah terpengaruhi oleh budaya asing yang bersumber dari dunia maya. Gaya asal meniru ini, sudah mewabah dikalangan remaja jaman sekarang.
Begitulah pemikiran setiap siswi yang akan menanjutkan studinya ke jenjang perkuliahann. Namun kenyataannya sangatlah berbeda. Apalagi perguruan tinggi yang mereka masuki adalah perguruan negeri yang berbasis islam seperti IAIN Surakarta. Dimana didalamnya terdapat aturan setiap mahasiswi diwajibkan mengenakan hijab dan pakaian sesuai syariat islam. Menggunakan rok kain, baju yang tidak ketat dan bukan berbahan kaos, mengenakan kaos kaki, serta jilbab yang menutupi dada.
Pakaian syari seperti ini dianggap sebagai gaya berpakaian yang tidak modern dan dapat membuat mereka dianggap sebagai orang cupu dimata teman-temannya yang kuliah di PTN. Karena model pakaian syari yang seperti itu-itu saja. Pakaian dengan rok panjang menyapu jalan, baju yang nampak kebesaran, dan jilbab besar seperti mukena. , ditambah mengenakan kaos kaki setinggi lutut.
Pakaian seperti itu banyak sekali yang tidak tertarik. Mereka menganggap jika mengenakan pakaian syari akan merasa gerah karena bahan pakaian yang tebal dan bentuknya yang menutup seluruh tubuh. Mengguanakan pakaian syari akan menghambat gerak mereka dan membuat semua tampak ribet dijalani. Bahkan mereka mengganggap pakaian syari  adalah pakaian  seorang teroris seperti yang dikatakan orang-orang awam diluar sana.
Namun karena banyaknya wanita yang mengenakan jilbab ingin berpenapilan stylish, mendoronng banyaknya designer menciptakan pakaian muslim yang modern dengan tetap mempertahankan syariat islam. Sekarang ini sudah banyak pakaian muslim dengan berbagai model yang tidak lagi itu-itu saja. Mulai dari pakaian yang sederhana hingga pakaian muslim yang glamor. Pakain syari sekarang ini sudah memiliki banyak varina bentuk yang tidak kalah menariknya dari pakaian trendy lainnya yang sangat tidak sopan bila dikenakan seorang akademisi. Hingga sekarang ini pakaian syari menjadi trend tersendiri bagi kalangan wanita.
Banyak mahasiswi baru yang tidak tahu akan peraturan berpakain pada awal perkuliahan di IAIN Surakarta dan mereka mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan peraturan kampus. Seperti tetap mengenakan celana jins dengan baju ketat dan jilbab yang transparan. Dan sesampainya mereka dikampus mereka menjadi pusat perhatian kakak tingkat mereka. Hal tersebut membuat mereka rishi dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengenakan pakaian sesuai yang dikenakan mahasiswi lainnya dikampus. Selain peraturan dari kampus, ada juga hal lain yang turut mengubah gaya berpakaian mahaswi di IAIN Surakarta, yaitu pertemanan mereka.
IAIN Surakarta adalah perguuruan tinggi berbasis islam yang banyak diminati siswi-siswi dari sekolah islam seperti Madrasah Aliyah Negeri, pondok pesantren, maupun sekolah berbasis islam dimasyarakat. Dengan demekian penampilan mahasiswi dari instalasi sekolah islam adalah model pakaian syari yang sudah sesuai dengan peraturan kampus. Bahkan ada pula yang mengenakan cadar. Pertemanan ini dapat merubah gaya berpakaian masasiswi lain yang bukan berasal dari instalasisekolah islam. Dimana mahasiswi dari instalasi umum akan menyesuaikan cara berpakaian mereka agar sesuai dengan teman-teman kampusnya. Karena jika mereka mempertahankan cara berpakaian lamanya akan nampak mencolok perbedaannya. Apalagi jika mereka bergabung dengan organisasi mahasiswa yang berbau dakwah dimana didalamnya berisikan orang-orang islami yang berpakaian syari.
Walaupun  awalnya mereka menganggap jika gaya berpakaianya syari tampak seperti tidak modern dan cenderung ndeso.  Namun dengan adanya perancang busana yang membuat pakaian syari menjadi pakaian stylish, membuat mahasiswi tidak lagi malu mengenakan pakaian syari dan malah menganggap bahwa pakaian syari adalah pakaian modern. Sehingga mahasiswi yang masuk IAIN Surakarta tidak lagi merasa kampungan jika mengenakan pakaian syari. Dengan banyaknya model pakaian syar’i yang ditawarkan membuat penampilan mahasiswi IAIN berubah yang awalnya tidak suka mengenakan pakaian syari menjadi tertarik menggunakannya.
Itulah beberapa hal yang membuat gaya berpakaian seorang mahasiswi berubah yang awalnya mengenakan pakaian yang terbuka sekarang mengenakan pakaian yang tertutup. Masih banyak hal lain yang menjadi sebab mahasiswi merubah gaya berpakaiannya. Seperti mereka memang benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pribadi yang taat akan perintah dari Tuhan. Namun perubahan seperti itu hanyalah dialami segelintir orang saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar