Jalan-jalan ke “Tokio Bowl”
Indonesia merupakan bagian dari benua Asia. Banyak keaneragaman yang dapat dijumpai dari berbagai negara. Mulai dari busana, budaya, bahasa, hingga masakan. Bicara mengenai masakan Asia, maka yang akann terlintas dalam pikiran adalah banyaknya bumbu yang digunakan. Terutama bumbu rempah-rempah. Selanjutnya masakan Asia dikenal dengan kekhalalannya. Terutama Asia tenggara. Seperti masakan India yang banyak menggunakan rempah-rampah, masakan Indonesia kekhasan rasa pedasnya, hingga jepang dengan saus teriyakinya.
Sekarang ini tak perlu jauh-jauh kenegara seberang untuk dapat merasakan masakan khas masing-masing negara. Di Indonesia sudah banyak restaurant-restaurant yang menyajikan masakan-masakan khas dari berbagai negara. Mulai masakan khas China, Thailand, Jepang, dan lain-lainnya.
Tokio Bowl adalah salah satu restauran kecil yang ada di The Park Mall Lower Ground Surakarta. Tokio Bowl merupakan sebuah restaurant yang menyajikan berbagai masakan khas negara Jepang. Berada di lantai satu The Park Mall dan bersebelahan dengan restaurant khas masakan China. Restaurant sudah ada di The Park Mall sejak Desember 2013.Restaurant buka mulai pukul sepuluh pagi hingga pukul sepuluh malam.
Lokasi Tokio Bowl dapat ditempuh selama setengah jam dari IAIN Surakarta. Jalan yang dilalui mulai dari jalan raya slamet Riyadi ke timur. Sampai pasar Jongke lurus melewati jalan Dr. Rajiman hingga perempatan pertama belok kanan menuju Lotte Grosir Solo melewati jalan Bayangkara. Kemudian belok ke kiri lewat jalan Veteran dan belok kiri ke jalan Pangeran Wijil. Kemudian lurus ke jalan Kapten patimura sebelum belok kanan melewati jalan Yos Sudarso. Dari situ lurus terus hingga bertemu The Park Mall di kiri jalan.
Memasuki restaurant Tokio Bowl dari depan sudah tampak ke khasan negara Jepangnya. Dibagian depan terdapat tulisan Tokio Bowl dengan ikon khasnya nasi mangkuk Jepang. Kemudian dibagian Dalam dari restaurannya dihiasi dengan berbagai ornament-ornamen khas jepang. Ornament yang digantung dengan tulisan-tulisan Jepang. Ada pula lampion khas Jepang yang juga terdapat tulisan Jepang disisi-sisinya. Tembok bagian dalam restaurant dihiasi dengan lukisan ombak laut biru dan ikon mangkok Jepang didepan lukisan manusia Sumo.
Dibagian meja barista juga terdapat kekhasan dari negeri sakura, yaitu dengan adanya dinding kertas dibagian atas dari meja barista. Pencahayaan yang difokuskan dibagian dalam meja barista menambah keelokan dari restaurant tersebut. Kekhasan negeri sakura juga tampak dapi pakaian yang dikenakan pelayan restaurant. Mereka mengenakan pakaian khas Jepang, kimono.
Setelah memasuki dan duduk di salah satu meja, anda akan didatangi salah seorang pelayan yang akan memberikan buku menu kepada pembeli. Dalam buku terdapat banyak sekali varian masakan Jepang. Mulai dari masakan pembuka, masakan berat, hingga masakan penutupnya. Menu appetizer disini ada sepuluh varian yang ditawarkan. Ada miso soup, kakiage, nasubi tempura, sweet potato tempura, kroket, ebi tempura, kushi katsu, gtoza,cawanmushi, danagedasi tofu. Selanjutnya ada berbagai varian remen ludon, rice bowl chiken, rice bowl beef, rice bowl salmon, topping dan salad, sushi, bento set, deserts. Namun dari restaurant ini kurang varian minumnya. Karena minuman khas jepang yang ada hanya teh ocha saja. Namun untuk menu desert nya sangatlah menarik. Terdapat menu yang jarang sekali dijumpai ditempat-tempat lain. Yaitu es krim goring tempura.
Menu-menu tersebut merupakan menu halal yang dapat dipilih semua muslim. Hanya saja untuk orang Indonesia yang tidak terbiasa makan daging mentah, disaranka untuk tidak memilih menu sushi yang ada kata salmon maupun tunanya. Karena daging didalamnya merupakan daging mentah. Ditakutkan jika tidak terbiasa makan makanan tersebut akan membuat perutnya memberontak.
Jika ingin memesan maka harus memanggil lagi pelayan dan menyebutkan menu apa saja yang dipesan. Setelah itu pelayan akan kedapur untuk memberi tahu kokinya menu yang dipesan. Setelah itu pelayan akan datang lagi memberi alat makan yang dapat digunakan untuk makan. Alat-alatnya ada sedotan, sendok, garpu, sumpit, tisu, dan tusuk gig. Setelah menu yang dipesan selesai dibuat, pelayan akan datang lagi untuk menyajikan menu yang dipesan.
Andalan menu dari restaurant ini adalah rice bowlnya. Itu merupakan nasi yang ditaruh dalam mangkuk dengan daging yang digoreng menggunakan tepung yang dibumbui saus khas jepang ditambah bawang bombai dan jamur kancing. Kemudian ada ramen Jepang dan sushi roll. Harga dari setiap menu termasuk dalam kategori dapat dijangkau kelas menengah. Harganya mulai dari delapan ribuan hingga empat puluh ribuan. Bahkan ada menu paket hemat juga.
Bahan-bahan yang digunakan dalam setiap masakan yang disajikan merupakan bahan-bahan lokal yang ada di Indonesia. Bumbu yang dibuat pun berasal dari bahan-bahan yang ada di Indonesia, hanya saja dibuat seperti bumbu khas dari Jepang.
Pada kesempatan ini saya dan teman saya memesan empat varian makanan dan minuman. Yaitu niniku chiken katsu, beef teriyaki, chiken grilled teriyaki, dan chiken katsudon. Kemudian untuk minumnya kami memesan jasmine tea, nestle lemon tea, ocha, dan soft drink.
Saat itu saya penasaran mengenai cara pembuatan dari menu yang saya pesan. Saya mencoba bernegoisasi dengan pelayan agar saya diperbolehkan untuk melihat proses pembuatannya. Namun sangat disayangkan, karena dapur yang ada sangat kecil, maka saya tidak diperbolehkan untuk melihat proses pembuatannya. Bahkan saat saya dan teman saya bertanya beberapa hal mengenai menu yang kami pesan, pelayan tersebut malah seakan memeberikan respon yang kurang baik.
Saya memesan menu chiken grilled teriyaki dan soft drik. Itu adalah nasi yang ditaruh dalam mangkuk dan diatasnya diberi daging ayam goreng yang dibalur dengan tepung tapioka dan dibumbui saus teriyaki dengan tambahan bawang bombai dan jamur kancing. Rasanya asin manis dari saus teriyakinya. Ditambah ada aroma bawang bombai yang ditumis bersama dengan jamur kancing. Disajikan dalam mangkok khas jepang berwarna hitam dibagian luar dan putih dibagian dalamnya. Menu ini dapat dipesan dengan harga dua puluh ribu rupiah. Porsinya pas untukkaum wanita, tapi untuk lelaki mungkin kurang karena nasinya sedikit. Untuk minumnya saya memilih soft drink. Yaitu sprite yang disajikan dengan gelas berisi es Kristal. Pilihan ini seharga Sembilan ribu rupiah.
Menurut pandangan saya sebagai seorang muslim, menu-menu di restaurant ini merupakan sebuah pemborosan. Jika dilihat dari makanan yang saya pesan, sangatlah tidak sebanding dengan harganya. Jika kita memesan masakan rumah makan, harga segitu sudah dapat memesan untuk dua porsi menu ayam. Sedang di restaurant tersebut hanya mendapat satu menu saja. itupun daging ayamnya kecil sekali dan bawang bombai dan jamurnya juga sedikit. Bumbunya pun hanya saus teriyaki saja. Tidak ada bumbu lain yang digunakan. Minuman yang saya pesan pun juga harganya jauh berbeda dengan harga dipasaran. Ya saya maklumi mengenai masalah pajak dari restaurant tersebut.
Selain itu ada beberapa menu yang terbilang tidak sesuai dengan harganya. Seperti kakiage yang dibandrol dengan harga sepuluh ribu rupiah. Padahal jika diperhatikan dari keterangan dalam menu, kakiage hanya berupa bakwan. Bedanya adalah tepung yang digunakan. Ada sweet potato tempura, yang sebenarnya adalah ubi goreng tempura. Nasubi tempura, yaitu terong yang iris tipis dan digoreng tempura. Kroket yang harganya Sembilan ribu rupiah, padahal dipasaran harga termahal adalah tiga ribu rupiah.
Selanjutnya ada menu topping dan salad. Untuk menu daging harganya mulai dari dua puluh ribuan. Jika dilihat dari gambarnya, daging tersebut berukuran sangat kecil. Yang membuatnya terlihat besar adalah tepung yang digunakan, itupun tepung yang digunakan adalah tepung tapioca saja. Kemudian ada menu yang membuat kami sedikit tertawa, yaitu ontama. Ontama merupakan telur mata sapi yang digoreng setengah matang maupun matang. Sebuah telur yang mentahnya hanya dibandrol seribu limaratus rupiah, didalam menu harganya menjadi lima ribu rupiah.
Untuk menu minuman, dua teman saya merasa seperti tertipu. Untuk yang memesan jasmine tea, dia merasa ketippu karena yang dirasakan hanya seperti minum es the biasa dan tidak ada aroma jasmine dalam the tersebut. lalu teman saya yang memesan ocha lebih merasa kecewa lagi. Untuk jasmine tea dan nestle lemon tea masih terdapat rasa manisnya, tetapi minuman yang dia pesan terasa tawar. Bahkan dia berkata jika lebih baik dia tadi pesan air mineral kalo tahu rasanya sama-sama tawar. Bahkan untuk air mineral disini juga dibandrl dengan harga yang tak lazim pula, yaitu seharga enam ribu rupiah.
Dari yang saya lihat, orang-orang yang singgah di restaurant tersebut adalah orang-orang yang mengutamakan gengsi. Yang menjadikan brand sebagai gaya hidup mereka. Atau mungkin malah orang-orang yang penasaran saja dengan masakan jepang. Orang-orang tersebut datang ke restaurant kebanyakan dengan maksud berunding atau rapat kecil maupun sedang mengerjakan tugas lelompok.
Namun sebagai seorang, muslim alangkah baiknya tidak menghambur-hamburkan uang hanya untuk memenuhi nafsu belaka. Boleh mencobanya namun tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.
Jika kita bisa menahan nafsu tersebut maka kita akan lebih memilih tempat sederhana dibanding ketempat elit yang hanya mengatasnamakan brand belaka. Dengan memilih tempat sederhana, otomatis harga yang dikeluarkan akan lebih sedikit serta sisanya dapat dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan lainnya. Kerna sudah dijelaskan dari berbagai sumber, baik al-Quran maupun al-Hadizt bahwa Tuhan dan Rosuul tidak suka dengan hambanya yang berlebih-lebihan. Sederhana itu lebih baik seperti yang diajarkan oleh Rosulullah SAW.
Nama : Dwi Ambarwati
Kelas : PBS 2C
Nim : 175231114
Restaurant : Tokio Bowl The Parrk Mall Solo
Waktu kunjungan : Kamis, 26 April 2018







Tidak ada komentar:
Posting Komentar